Leading Indicator

Awalan

Fhrase ini, sering saya jumpai pada saat sedang menggunduh/mendownload ilmu finance di Yogja. Sebenarnya terjemahan bebasnya, mungkin, adalah faktor utama yang menentukan arah gerak sesuatu (wah teknis banget ya…), arah gerak itu dalam dunia finance biasanya adalah pergerakan kurs, stock, dan instrumen keuangan lainnya, dalam dunia kerja adalah pergerakan karir seseorang. Oke, bisa dianggap seperti itulah maksud dari leading indicator.

Anomali

Permasalahannya terletak dari apa yang menjadi leading indicator dalam menentukan pergerakan tersebut. Kalo di finance lumayan jelaslah, seperti pergerakan suku bunga fed, USD serta faktor internal suatu negara, seperti: politik, industri dan perbankan. Yang bikin pusing dan sering menjadi bahan banyolan adalah di dunia kerja (karir), dimana pergerakan karir seseorang disuatu perusahaan memiliki banyak sekali leading indicator, melalui survei kebeberapa orang yang saya kenal, dan disimpulkan secara mayoritas saja sehingga error yang terjadi juga besar, bahwa leading indicator dari karir bukanlah core competence yang dimiliki oleh seseorang. Leading indicator, core competence, hanya menjadi additional indicator, sedangkan leading indicatornya adalah hal-hal yang seharusnya menjadi additional indicator, seperti: senioritas, pemberian jabatan akan menimbulkan gejolak di kantor, attitude (saya tidak dapat mendefinisikan maksud dari attitude ini, karena benar-benar subjektif sifatnya), mudah berkompromi dengan atasan dan memiliki sejarah hubungan kerja yang baik dengan atasan (ini juga subjektif). Ternyata, hal ini terjadi karena perilaku primordial, kolusi dan nepotisme di lembaga kerja masih sangat kental.

Pencerahan

Core competence dapat menjadi hal yang dapat kita jual, tetapi kita harus benar-benar outstanding di bidang yang kita geluti atau kita bekerja sendiri, seperti menjadi pengusaha atau profesi (dokter, pengacara, dll), hal kedua adalah pilihan terbaik, tetapi jika kita bekerja ikut orang (jadi pegawai) maka kita harus benar-benar memiliki unique selling point, disini menjadi tugas pribadi masing-masing untuk meng-upgrade hard skill (teknical skill) dan soft skill (human relationship skill) selain tetap berdoa (harus dan kudu hukumnya).

Effect

Anomali Leading Indicator menimbulkan, secara keseluruhan, perusahaan kekurangan leader, yang tercipta adalah manager-manager atau pucuk pimpinan yang senantiasa hanya memikirkan diri dan kelompoknya masing-masing.

Typical leader, selain memiliki core competence yang memadai, mereka juga memiliki sense of belonging yang tinggi terhadap perusahaan tempat mereka bekerja, sehingga terlihat lebih kritis (hal ini dipandang management sebagai pemberontak), dan memikirkan serta menuntut kesetaraan, keadilan dan transparansi dalam karir.

Penutup

Pilihan jatuh ketangan kita, ingin kita mengejar karir dengan cara sedemikian atau kita mengejar karir sembari membuka wacana demi perubahan culture yang berpotensi melanggengkan masa depan perusahaan dan negara.

3 Tanggapan

  1. Bagus, setuju, didunia kerja memang masih terjadi hal2 sepeti itu. Keep posting ya…aku tunggu posting selanjutnya.

  2. Great blog

  3. Kalau saya lihat dari akhir cerita diatas adanya dua pilihan sikap dalam melakukan pekerjaan kita selanjutnya. Sedangkan kita tahu sikap yang memiliki “core of competence dan sense of belonging” tersebutlah yang terbaik untuk perusahaan bisa lebih berkembang, tetapi seperti cerita diatas konsekuensi yang dihadapi untuk orang-orang yang memiliki sikap tersebut juga tidaklah bagus untuk karir ke depan. Pertanyaan saya adalah, “Bagaimana caranya kita tetap mempunyai sikap “core of competence dan sense of belonging” tersebut? walaupun culture perusahaan tidak sesuai dengan sikap kita, tapi karir kita tetap bagus. Mohon pencerahannya Kang? hehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: