Antara Aku, Badu dan BUMN

Pada awal Maret 2003, melangkahlah kaki seorang anak manusia kekantor sebuah BUMN di Jakarta, Badu, begitu saja kita sebut dia. Ceritanya si-Badu ini ingin mengadu nasib (bahasa kerennya mah berkarir) di Jakarta. Badu telah melalui berbagai tahap test masuk, mulai dari screening Surat Lamaran + CV (Riwayat Hidup), wawancara awal, psikotest, wawancara oleh tim SDM, hingga akhirnya test kesehatan.  

Dasar si Badu emang pinter atau bejo/beruntung (ngak tau ya, soalnya dia ini ajaib banget orangnya), semua dia lalui dengan lancar, dan hebatnya lagi si Badu ini masih punya kesempatan melaju di berbagai test, ada dua yang saya tahu pasti, sebuah BUMN Asuransi dan tawaran dari perusahaan distribusi swasta terkemuka. Semua pada tahap seleksi akhir, ya tinggal wawancara dan test kesehatan. Tapi ngak tau mengapa dia memilih BUMN ini, kata si Badu di BUMN ini karirnya cerah, soalnya dia masuk jalur MT (Management Trainee) dan setelah 6 bulan MT, ada evaluasi, jika hasil evaluasi bagus, dia akan diangkat dengan jabatan. Dia jelaskan lagi, di BUMN ini ada dua besar penggolongan karyawan, yaitu karyawan pelaksana (non- staff) dan karyawan pimpinan (staff), nah, si Badu ini nantinya, setelah 6 bln, jika hasil evaluasi bagus akan diangkat jadi karyawan pimpinan dengan jabatan pula, minimal sih Supervisor lah.

 

Aku sempat bertanya sama si Badu, apakah beneran tuh janji yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Badu menjawab, lho ya bener dong, kamu jangan suudzhon dan negatif thinking melulu mengenai BUMN, sekarang ini BUMN tuh sudah seperti swasta, profesional lah pokoknya, karena ada beberapa General Manager (GM) yang direkrut dari luar juga, bahkan Managing Director nya tuh orang Unilever. Dan yang menawarkan penawaran dan program MT ini adalah Manager SDM nya, namanya Pak Tamiya, orangnya keliatannya sih jujur dan bukan tipe yang asbun atau suka bluffing.

 

Oke deh, kita doakan saja si Badu, agar karirnya lancar. 

Ngak enak juga, dia sepertinya benar-benar ingin berkarir di BUMN tersebut dan memiliki paradigma yang sangat positif mengenai BUMN. Semoga saja….Amien.

 

Ini masih kata si Badu, MT di BUMN tersebut merupakan MT pertama, dan pada angkatan si Badu ini ada 10 orang yang lolos seleksi untuk posisi MT ini. O ya, hebatnya lagi, si Badu ini masuk ke BUMN tersebut tanpa koneksi siapapun. Menurut dia lagi nih, hampir seluruh rekan MT nya adalah bawaan orang-orang dalam. Hehehehe…aku sih maklum, BUMN gitu lho… 

Tapi anehnya si Badu ini tetap positif thinking, padahal dia dulu tuh seorang demonstran ulung. Mungkin dia merasa setelah reformasi, semua tatanan birokrasi pun telah berubah kearah yang lebih baik. Semoga saja si Badu ini benar ya, kasihan sih, karena dia itu meninggalkan kerjaannya yang lama di Bandung, dgn gaji dan fasilitas yang lumayan bagus. Sedangkan ketika masuk di BUMN ini sebagai MT, gajinya hanya setengah dari gaji yang dia terima ketika bekerja di Bandung. Hmmm, orang seperti ini harus dilestarikan, demi negara dia rela berkorban.

 

6 bulan pun berlalu, lalu saya telf si Badu, mau minta traktir dong….kan sekarang si Badu pasti telah diangkat sebagai karyawan pimpinan dengan jabatan. Aku yakin banget kalo si Badu ini bakal jadi The Best, karena dia itu ajaib orangnya….hehehe…ngak mau mengakui kalo si Badu ini pinter.

Eh, ternyata dugaanku benar dia jadi The Best…..hebatlah maneh Du…Badu….

Tapi dia tidak diangkat jadi karyawan pimpinan dan tidak dapat jabatan….mau dapat jabatan gimana, diangkat jadi karyawan pimpinan aja belum. Kontraknya diperpanjang sebagai MT 6 bulan lagi, nanti dievaluasi lagi dengan janji yang sama. Badu cerita, bahwa di dah komplain ke Manager SDM, si Tamiya, kata si Tamiya, ini sudah kebijaksanaan perusahaan, tidak bisa diganggu gugat. Si Badu mengatakan bahwa dia telah mengcounter dengan perkataan sebagai berikut,”Maaf pak Tamiya, dulu bapak katakan pada waktu merekrut saya, bahwa hasil evaluasi MT selama 6 bulan ada 4 hasil/output, yaitu: 1. Kalo jadi The Best/Outstanding, akan diangkat jadi karyawan pimpinan dengan jabatan, 2. Jika hasil evaluasi bagus tapi bukan jadi The best/Outstanding, akan diangkat jadi karyawan pimpinan tanpa jabatan, 3. Jika masih bisa dikembangkan, PKWT (kontrak kerja) akan diperpanjang 6 bulan utk dievaluasi lagi, dan yang ke – 4. Hasil evaluasi jelek, dikeluarkan. Lalu Tamiya membalas nih, katanya,”Kalo anda tidak suka atau setuju silahkan keluar, masih banyak orang yang mau bekerja disini.”

Duh…Badu..Badu…Akhirnya dia tetap di BUMN TERCINTA itu melanjutkan 6 bulan berikutnya untuk dievaluasi lagi…

Oya, lupa, si Badu kan masuk ke BUMN tersebut pada bulan Maret 2003, dan karena ke PD-an nya maka di menikah pada bulan Mei 2003.

Selamat berjuang Badu, semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu.

3 Tanggapan

  1. Om Badu yang sabar ya…bukannya rejeki Allah yg atur semua..?

  2. Dik Faiz, coba perhatikan kalimat terakhir, Selamat berjuang Badu, semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu.
    Jadi rejeki yang mengatur memang Allah, tidak ada suatu kata/kalimat yang menisbikan hal itu pada tulisan diatas. Btw, thanks atas komentarnya.

  3. Tetap bersyukur karena sudah bisa nikah di Mei 2003 yang bulan madu nya ke Semarang sambil menghadiri undangan pernikahan teman di BUMN tsb dan semoga anak dan istri senantiasa menjadi obat penyemangat bagi si Badu. Do you remember me?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: