The Silent Killer

Mungkin kata itu yang cocok untuk penyakit yang satu ini, aku mengalami penyakit ini, pada tahun 2006, tetapi sama sekali tidak aku rasakan gejala-gejala awalnya (atau mungkin terabaikan), karena effect-nya tidak terasa sama sekali. Tidak ada rasa sakit, demam ataupun perasaan tidak enak badan. Dan aku harus menjalani operasi pertama pada 14 Agustus 2006 dan dilanjutkan dengan operasi kedua pada 18 Agustus 2006, selama 11 hari dirawat di RSPP (ahli retinanya kerja disitu, namanya Dr. Isfahani, sekarang beliau menjabat sebagai Dirut RS. Aini dan praktek di Klinik Mata Mayaestik), dan setelah itu saya masih menjalani serangkain terapi laser (operasi kecil) hampir setiap 2 minggu sekali.

Cerita ini menceritakan mengenai Ablatio Retina, yaitu lepasnya retina dari badan mata, seperti halnya cat tembok yang mengelupas. Dan celakanya retina tidak dapat beregenerasi, sehingga hasil dari pengobatan atau penempelan retina ke badan mata tidak akan dapat memulihkan pengelihatan pasien kembali normal 100%, hasil terbaik dari operasi hanya akan mengembalikan 80% fungsi pengelihatan. Damn…

Gejala awalnya, nyaris tidak terdeteksi, tetapi menurut dokter, gejala dapat dilihat dengan semakin banyak floaters di mata. Coba anda menerawang ke tembok dengan pandangan kosong, anda akan temukan benda-benda bergerak di mata anda, seperti cacing-cacing, itu normal, Jika jumlah cacing-cacing (floaters) tersebut bertambah banyak, nah ada kemungkinan mengarah ke Ablatio Retina. Yang kedua, jika tiba-tiba, muncul kilatan (flash) seperti lampu blizt di mata anda. Benar-benar tidak terasa, atau biasany pasien mengabaikan hal tersebut, karena tidak berdampak apa-apa pada tahap awal ini. Padahal jika kita mengalami hal tersebut dan segera ke Ahli Retina, maka kemungkinan terburuk hanya dilaser dan hasilnya bisa 99%, tetapi jika sampai mata kita seperti tertutup layar (baik seperempat, setengah ataupun seluruh mata), layar ini biasanya muncul dari bagian ekor mata, maka perlu dilakukan tindakan operasi, yang hasilnya hanya mengembalikan maksimal 80% fungsi pengelihatan.

Penyebab Ablatio Retina, suatu penyakit yang menimpa 1 dari 10.000 orang ini adalah: 1. Faktor Genetik, 2. Trauma Benturan, 3. Minus Tinggi, ada beberapa pendapat mengenai parameter minus tinggi, ada yg mengatakan minus > 4 dikatakan sudah minus tinggi dan beresiko terkena Ablatio Retina. Menurut saya, sebaiknya, jika diantara kita ada yg memiliki minus > 4 dan sering berantem waktu mudanya, maka sebaiknya memeriksakan mata 1 tahun sekali ke dokter mata ahli retina (harus ahli retina).

Ablatio Retina sama sekali tidak dapat dicegah, tetapi kerusakannya dapat di minimasi. Jadi…terimalah takdir/kenyataan ini. Karena (menurut ahli retina) tidak ada obat-obatan herbal ataupun alternatif yang bisa menyembuhkan ataupun mencegah kedatangannya. Sehingga jika yang dimungkinkan adalah meminimasi kerusakan yang terjadi. Tetapi, ketika mengetahui hal ini, saya yakin, ada kekuatan lain yang bisa menyembuhkannya yaitu Doa.

Kepada rekan-rekan sependeritaan dan rekan-rekan yang mempunyai potensi (minus tinggi), waspadailah floaters, flash dan benturan-benturan yang terjadi pada mata kita, lalu setahun sekali periksa ke dokter ahli retina. Jika ingin mencoba pengobatan alternatif (menurut saya pribadi), silahkan mencoba dan satu lagi, percayalah sama kekuatan DOA. Kun Fa Yakun…Insya Allah semua akan ada jalan keluarnya.

 

 

18 Tanggapan

  1. Terima kasih atas sharing yang sangat berguna.
    Saya juga mempunyai masalah yang sama dgn anda. bahkan lebih parah. mata kanan saya sudah tidak dapat melihat lagi karena ablatio retina.
    Pada tahun 1989 retina mata kanan saya lepas. hasil operasi waktu itu hanya sekitar 50-60% dan bisa melihat hanya sekitar dua tahun, mata kanan kena katarak, dioperasi tapi mata kanan saya tetap tidak bisa melihat lagi (sepertinya operasi gagal, tapi dokter yang menangani saya tidak mengatakan hal itu)
    Minus mata kiri saya bertambah terus karena memang berat bekerja dengan mata satu didepan komputer. Sekarang minus sudah sekitar -22.

    Sementara itu dulu, lain kali kalau ada kesempatan saya akan sharing juga.
    Semoga mata anda sehat selalu.
    Terima kasih

    • Mas, ada ngak pengobatan tradisional, atau jamu/ramuan tradisional utk Ablatio, kalo ada mohon infonya…
      Semoga Allah memberikan kesembuhan atas penyakit kita ini ya mas. Amien…

    • Hiiii…
      pakabr neh
      saya juga punya kondisi mata yg minus tinggi seperti mas suwardi.
      saya berharap kita bisa sharing informasi dan pengalaman seputar minus tinggi.
      Email, YM dan FB aku : glasessman@yahoo.com.
      Makasih yah

  2. Anda termasuk orang yg hebat mas Suwardi, semoga Allah selalu memberikan anda kekuatan dan jalan keluar. Amien.
    Bagi temen2 yang tahu mengenai pengobatan alternatif untuk penyakit mata, seperti glaucoma, ablasio retina, mohon dapat dishare disini. Terima kasih

  3. untuk pak suardi salut. toolong lanjutin kisahnya sekaligus memuat foto diri

  4. terima kasih info nya mas saya menderita ablasio retina pada tahun 2008 kemarin dokter mata meminta saya segera operasi tapi saya ragu akan hal itu dari banyak keterangan dari teman2 banyak penderita setelah operasi malah buta total ada yang operasi di singapura. maka saya memutuskan untuk mekomsumsi herbal liquid chlorophyl ada sedikit perubahan dari gelap menjadi sedikit terang objek masih melengkung atau bergelombang tapi jika saya berkerja agak melelahkan kembali mata kiri saya yang menderita ablasio rada gelap, saya mohon dari teman2 sependeritaan memberi infonya agar saya bisa lebih yakin dan ini bukan menjadi mimpi buruk sepanjang hidup saya.

  5. Secara medis, retina adalah organ tubuh yang tidak bisa beregenerasi, dengan bantuan apapun, termasuk obat2 herbal…sekali lagi ini secara medis.
    Operasi Ablatio Retina ada beberapa macam, dua yang biasa dilakukan 1. Vitrektomi dan 2. Sclerecal Bucke. Semua tindakan ini tidak dapat mengembalikan pengelihatan kita normal 100% kembali, tetapi bertujuan untuk mencegah akibat yg lebih buruk lagi, yaitu kebutaan. Saran saya, lakukan saja tindakan operasi, sebelum terlambat, dan secara pribadi dan beberapa dokter mata, coba konsultasi ke Dr. Isfahani, yang secara medis dan spiritual beliau Insya Allah baik.

  6. […] Mengakhiri Puasa Berolahraga Ditulis pada Februari 23, 2009 oleh Budhi Sejak pertengahan Agustus 2006, Sabtu 12 Augustus tepatnya, hari pertama masuk RSPP Jakarta dari total 11 hari nginep disana, hihihihi…Nyaman, tidak sama sekali, apalagi harus mengalami dua kali operasi besar (dgn pembiusan total), yaitu pada hari Senin, 14 Agustus, dan hari Jumat, 18 Agustus.  Dua operasi Sclerecal Buckle pada mata kanan, guna memperbaiki retina mataku yang terkena Ablatio Retina. […]

  7. […] karena dah lama tidak berolah raga, dan dokter sudah mengultimatum agar aku mulai berolahraga, maka aku putuskan untuk tetap melangsungkan niatku. […]

  8. Mas Budhi makasih atas info2 nya.
    Kemaren saya+ibu sudah ke klinik mata mayestik dan ketemu dr Isfahani. Memang dokter tsb sangat baik dan berpengalaman. Kemudian ibu saya diperiksa mata kiri ( yg terkena ablasio retina) dan mata kanan nya. Memang menurut dokter mata yang kiri masih bisa dioperasi, tapi karena sudah cukup terlamabat jadi kemungkinan sembuhnya hanya 2%. Dan yang terpenting untuk menjaga mata kanan, yang harus di laser karena ada kemungkinan bisa segera robek retina nya seperti mata yang kiri.

    Sekali lagi makasih atas info dan bantuannya mas.

  9. Hiiii…
    pakabr neh
    saya juga punya kondisi mata yg minus tinggi.
    saya berharap kita bisa sharing informasi dan pengalaman seputar minus tinggi.
    Email, YM dan FB aku : glasessman@yahoo.com.
    Makasih yah

  10. saya baru berumur sekitar 5 bulan lagi genap 18 tahun… gejala kilatan cahaya itu sudah saya alami sejak 3 bulan yang lalu.. tapi kilatannya sepertinya menambah.. dan ada bintik-bintik hitam melayang di mata kanan saya.. baru tadi saya tahu bahwa saya terkena ablasio retina.. tapi masih belum terlalu parah.. dari penelusuran saya diinternet, faktor-faktor penyebab ablasio tidak ada sama sekali yang sama dengan riwayat saya.. seperti; usia lanjut, trauma/benturan, diabetes, dan ataupun minus tinggi.. mata saya masih bagus.. namun sepertinya ini karena faktor turunan… kira-kira bisa disembuhkan ga ya mas???tolong infonya… trims..

    • Insya Allah bisa disembuhkan, langsung saja ke Rumah Sakit khusus mata, klo di Jakarta bisa ke RS Aini, JEC dan Klinik Mata Nusantara. Tindakan utk Ablatio Retina yang saya tahu ada 3 macam, 1. Laser, 2. Vitrektomi dan 3. Schelecal Buckle.

      Tindakan2 itu yang memutuskannya adalah dokter. Saran saya segeralah dituntaskan pengobatannya, semakin cepat semakin baik. Insya Allah tidak apa-apa, seperti halnya saya sampai sekarang masih beraktifitas dan berkarya seperti layaknya orang normal, nyetir motor dan mobil tidak masalah, bahkan pada malam hari sekalipu.

      Ayo, jangan takut, semua ada obatnya koq….Semoga lekas sembuh ya mbak Theresia, AMIEEENNNN….

  11. mas Budhi,
    mohon informasi nya tentang obat atau suplemen untuk anak saya yang terkena ROP stage 5.
    karena menurut dokter, sudah tidak ada obat & tidak bisa di operasi lagi.

    terima kasih,
    salam.

  12. Mas, mau tanya proses pemulihan dulu berapa lama ya. Saya habis operasi sudah sebulan lebih kok penglihatan masih blur ya. Apakah mata kemudian jadi minus? Bolehkah minta alamat email?

    • mas agung,
      bagaimana kondisi mata-nya setelah operasi?
      saya juga operasi vitreoretinal pd mata kiri bulan maret 2012 dan baru 2 minggu kemarin operasi evakuasi minyak silcon-nya.
      Tidak bermaksud mengecilkan hati, penglihatan saya juga masih blur juga. ini lagi berpikir untuk mencari second opinion ke dokter lain.

      seperti mas budhi tulis, semua pasti ada jalan keluar-nya ,, percaya & berdoa, tetap semangat & semoga lebih baik.

      mas budhi, salam kenal.
      bagaimana kondisi penglihatannya sekarang? bagaimana dengan mata sebelah-nya? semoga baik-baik .. amin

  13. Alhamdulillah kondisi mata stabil, mata yang kiri juga stabil.

    Penglihatan memang tidak bisa kembali seperti semula, tetapi untuk bekerja dan berkendara masih “Alhamdulillah” dapat diandalkan.

    Waktu dulu saya full di rumah selama 3 bulan. Jadi kurang lebihnya 3 bulan masa pemulihan, termasuk laser pada kedua mata,guna membentengi terlepasnya retina pada kemudian hari.

    Semoga saudara-saudaraku yang mengalami hal yang sama dengan saya dapat segera sembuh sempurna, dan tidak ada retina yang terlepas lagi. Aamiin, Aamiin, Aamiin Ya Robbal Alamiin…..

  14. ass.ms budi,sy penderita floater,pernah periksa Rs.Undaan Mata Ktax Tdk Apa2,tp Jika Brtambah Hrus Di Laser,tp Sya Takut.Krna Laser Jika Gagal Bsa Menyebabkan Kebutaan.Smpai Skrg Saya Hanya Bisa Berdo’a Berharap Alloh Menolongq.Bgaimana Solusinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: