KADO UTK PRESIDEN (HUKUMAN UTK KORUPTOR)

Aulia PohanHai…apakah bener tuh, omongan para politikus, praktisi, dan orang-orang emosional yang menginginkan para koruptor harus mendapatkan hukuman mati untuk menimbulkan efek jera??? Malah ada yang menyarankan jangan dihukum mati, dihukum seumur hidup aja…Ada pula yang menyarankan dihukum mati dengan cara digantung, lalu jasadnya dipertontonkan selama 7 hari dimuka umum.

Intinya, mereka berlomba, bagaimana memberikan hukuman sesadis-sadisnya buat koruptor, sehingga menimbulkan efek jera…

Apa iya bisa jera…

Korupsi kan sebenarnya penyakit masyarakat, atau penyakit sosial, sehingga dapat dipastikan penyebabnya adalah kehidupan sosial dimana sipelaku berada…

Dan terkadang yang mendapatkan hukuman adalah aktor utama atau mungkin sang pelaku hanya stuntman semata, karena, aktor intelektualnya mungkin (sangat mungkin) adalah keluarga. Baik sadar maupun tidak sadar, mungkin (sangat mungkin) keluarga sebagai strata terendah kehidupan sosial menjadi aktor intelektual atau trigger bagi keberlangsungan tindakan korupsi sang koruptor. Kan bapak hanya ingin memberikan yang terbaik dan membahagiakan keluarga…

Istri ingin beli Honda Civic, anak-anak pengen sekolah disekolahan yang favorit, masa istri pejabat naek angkot dan anak-anak pejabat disekolah Inpres (Negeri)…Ya ngak asyik lah, secara pergaulan kan ngak gaul gitu lho…

Pelan tapi pasti, rongrongan pemenuhan kebutuhan hidup ala istri dan anak pejabat, membuat sang bapak putar otak untuk memenuhi hasrat keluarga tersebut.

Nah…ngak mau panjang-panjang ah…mungkin, perlu dipikirkan suatu hukuman sosial bagi kejahatan sosial seperti korupsi ini. Jika dinamika kejadiannya seperti yang diatas, maka saya usulkan nih, bagaimana kalo keluarga ikut juga mendapatkan hukuman, yang sifatnya hukuman sosial, biarlah bapak yang mendapatkan hukuman badannya. Konkritnya, keluarga inti (istri&anak) dan keluarga keatas 1 derajat (ayah ibu dari sang koruptor beserta keluarga serta ayah ibu dari istri beserta keluarga) dan kebawah 1 derajat (keluarga dari anak sang koruptor) mengenakan suatu tanda pengenal khusus/badge dibaju mereka (seperti jaman NAZI, dimana kaum Yahudi mengenakan tanda pengenal khusus) bunyinya: KELUARGA KORUPTOR, dan wajib dipakai setelah sang koruptor divonis bersalah hingga sang koruptor selesai menjalani masa tahanan, disini tidak ada hukuman mati, untuk hukuman maksimal, hanya hukuman seumur hidup. Jika sanksi ini (saksi mengenakan badge) dilanggar beberapa kali, maka sang pelanggar dikenai hukuman badan juga dengan proses sidang atau ada suatu penetapan/aturan tertentu.

Jika dilaksanakan, efek jera akan segera terlaksana. Dan mungkin nanti kalo Aulia Pohan terbukti bersalah, maka pemimpin negara kita akan mengenakan tanda pengenal khusus/badge “KELUARGA KORUPTOR”.

2 Tanggapan

  1. […] KADO UTK PRESIDEN (HUKUMAN UTK KORUPTOR) […]

  2. Bud..

    Setuju banget dengan ide nya budi.. Yuk di sosialisasikan ide tersebut ke masyarakat.

    Jadi inget jaman pak suharto dulu yang memberikan cap ET di KTP untuk eks tapol G 30 S PKI.
    Berharap ada langkah2 sejenis untuk para koruptor.

    Apapun jenis idenya, aku sangat berharap ada hukuman yang dapat membuat koruptor jera dan para calon koruptor berpikir sejuta kali untuk melakukan tindak korupsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: