Menyapih Buah Hati

dsc000073Ketika tahu istriku hamil lagi, padahal usia anak pertamaku, Kinan, baru 1 tahun 10 bulan. Keinginan kita sih baru akan menyapih nanti ketika Kinan sudah genap berusia 2 tahun. Tapi sang sutradara punya skenario lain rupanya. Oke…takdir ini harus kita jalani dengan penuh syukur dan khidmat.

Top of mind, ketika tahu harus segera menyapih Kinan adalah…KASIHAN. Gimana tidak kasihan, ASI atau aktifitas kenyot mengenyot susu ibu ibarat firdaus bagi Kinan, setiap mau tidur, atau sehabis makan pasti deh….ngenyot. Ada kedamaian yang terpancar dari raut mukanya ketika berintim ria dengan ibunya. Dan si Kinan tidak suka susu formula, paling banter maunya Mila 3 in 1 dan Milkuat, pengalaman dan pembelajaran pencarian susu pengganti untuk Kinan bisa dibaca disini.

Siap tidak siap kita harus melaksanakan arahan sang sutradara. Mulai deh Tanya ibu, mertua, tetangga, kakak dan kolega-kolega serta tidak lupa browsing. Langsung deh berderet tips & trick bermunculan, tapi kok semua tips & trick tersebut terasa ngak etis penuh tipu daya bukan pembelajaran bagi Kinan dalam menatap kedewasaan hidup. Begini nih tips & trick yang kami dapat, coba puting susu ibunya dikasih kunir, atau diolesin sesuatu yang terasa pahit sehingga Kinan nantinya tidak lagi suka atau kapok ngenyot. Trus ada juga ide dengan cara memberikan Kinan empeng/dot untuk sekedar dikenyot-kenyot. Trus ada juga yang menyarankan diberikan susu formula dalam botol susu. Padahal Kinan tidak pernah sama sekali minum dari dot/botol susu, dia sudah piawai untuk minum dari gelas sejak umur 1 tahun.

Akhirnya kita kembali ke basic, bahwa manusia itu telah diberikan kelengkapan oleh sutradara untuk menuju kedewasaan, maka yang kami lakukan adalah berkomunikasi dan mengatakan hal yang sebenarnya….

Kinan, kalo bobok bisa sendirikan???

Ngak usah ngenyot lagi ya….

Kan Kinan sudah gede, bentar lagi mau punya adek…

Susunya disimpen untuk adek ya….

Apakah Kinan langsung nurut dan tunduk??? Ya ngak lah…ada proses, hari pertama, kita berdua benar-benar dibuat miris dan terenyuh, hampir aja kita kalah oleh rasa kasihan. Kinan merengek-rengek dan gulang-guling kesana kemari sambil berkata, mau mimik ibu…mimik….mau mimik ibu….Hati orang tua mana yang tidak miris dan terenyuh menyaksikan anaknya seperti itu. Mirip orang yang sakaw….Tapi kita istiqomah dan hakkul yaqin bahwa cara kita bisa berhasil…Alhamdulillah Kinan akhirnya menyerah dan tertidur. Hari-hari selanjutnya kejadian ini berulang terus….kami tetap sabar dan sabar….akhirnya seminggu telah terlampaui, sekarang Kinan sudah bisa tidur sendiri dan tidak pernah minta mimik ibu.

Jika kita melakukan sesuatu tanpa tipu daya dan dengan kesabaran dan keyakinan, Insya Allah semua bisa kita lakukan dan hasilnya Insya Allah merupakan yang terbaik. Amien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: