Indonesia Dibantai

(Ini cerita mengenai omelan temanku yang kecewa atas kekalahan Timnas Indonesia kemaren malam, sudah disensor dan edit disana-sini)

Kenapa oh kenapa, apa yang salah?!?! Sayang sekali Singapura hanya menang 2-0 atas Indonesia. Kenapa kok ngak 10-0 atau 100-0 sekalian. Sayang sekali memang, kenapa kok hanya 2-0. Kenapa oh kenapa, apa yang salah?!?!?

(petikan perkataan orang2 dibawah didapat dari berbagai sumber baik cetak maupun elektronik)

Hari H-1

Sesumbar pelatih Indonesia Benny Dollo, dia tetap yakin timnya bakal menang. Dukungan besar suporter Merah Putih menjadi nilai plus. “Pemain justru merasa tertantang untuk mengalahkan Singapura yang menjadi favorit. Apalagi kami mendapat dukungan penonton. Kami akan manfaatkan kesempatan ini,” kata Benny Dollo saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (8/12). Striker Indonesia, Budi Sudarsono, mengamini pernyataan sang bos. “Tidak ada istilah kalah, kita harus menang melawan Singapura,” tegas Budi.

(bapak ibu sekalian kalo ngomong hati-hati ya ….cukup buktikan)

Selain memastikan juara Grup A, Budi juga ingin menjawab keraguan publik. “Saya baca dari media hampir sebagian masyarakat kita menganggap Singapura bakal mengalahkan Indonesia. Kami akan buktikan mereka salah,” tandasnya.

(lah wong data masa lalu berkata demikian…., jangan dibantah atau sakit hati dong mas….cukup buktikan)

Tandem Budi, Bambang Pamungkas, juga bertekad kembali menghadirkan kemenangan. Ia pun berharap bisa mendulang gol. “Saya tentu tak ingin mengecewakan di depan publik sendiri. Saya akan berusaha keras memberikan kontribusi terbaik di setiap penampilan,” kata BP panggilan Bambang Pamungkas.

(Gimana bung BP apakah itu penampilan terbaikmu???….cukup buktikan)

Hari H

Beban berat tampak menggelayut di pundak para pemain Indonesia, misi untuk menang membuat pemain Indonesia terlihat tertekan, stress dan linglung, tak nampak keriangan, mereka harus sering nonton Film Mafia, sehingga bisa membunuh sambil tersenyum, bahkan tertawa. Hal ini mengakibatkan ketegangan dan kekakuan pada para pemain Indonesia, malapetaka pun tiba, Singapura mencuri gol cepat. Saat laga baru berjalan tiga menit, tendangan bebas Singapura dari sisi kiri gawang Indonesia mampu disambar dengan sundulan Baihakki Bin Khaiza.

Meskipun sepanjang babak pertama, pemain Indonesia berusaha membalas gol cepat tersebut, tetapi hanya position saja yang mereka menangkan. Gol, pengharapan menang tak kunjung datang, entah naas, sial atau takdir, duh…ngak tau. Yang jelas, terasa monoton, serangan melalui dua winger, M. Ilham dikiri dan Arif Suyono di kanan, mudah sekali dibaca dan tidak menimbulkan efek berbahaya. Gimana tidak, dua full back Singapura memiliki postur yang jauh lebih tinggi dari pada dua penyerang kita, sehingga bola-bola crossing dapat dengan mudah diantisipasi.

Babak kedua, baru berjalan 5 menit, lagi-lagi gawang Markus Horison kebobolan lewat sebuah tendangan bebas dari Shi Jiayi. Salah satu pemain naturalisasi Singapura tersebut. Selebihnya dapat ditebak, pemain Indonesia berusaha mengempur, tapi Singpura telah mengantisipasi hal tersebut. Sampai akhir pertandingan hasil tetap 2-0 untuk Singapura.

Hari H+1

Kalah lagi….

Yang membikin kagum adalah perkataan sang pelatih, “Kami kurang beruntung karena semua peluang tersebut gagal membuahkan hasil. Itulah sepak bola, terkadang saat minim peluang justru bisa mencetak gol.” Saat disinggung mengenai peluang timnas dalam menghadapi calon lawan berikutnya, Thailand. Benny menyatakan dirinya sudah siap. Ia bahkan juga sudah mempelajari permainan para pemain Thailand. “Kemungkinan besar kami melawan Thailand, kami siap. Kami sudah mempelajari permainan Thailand. Kami akan menggenjot sistem penyerangan,” tandasnya. Sesumbar lagi, duh.

(Indonesia berduka dan aku tercabik-cabik, anarki kata jadi kado)

Tapi apakah mereka, tim sepakbola kita hanya ber-prestasi dan trengginas didepan media massa, jadi macan kertas saja, atau jadi macan layar kaca saja. Atau hanya menang gaya saja, gaya bak selebritis penampilan bikin miris, sampai mengemis-ngemis minta penalty.

Mungkin mereka terlalu banyak meluangkan waktu disalon untuk ngurus rambut, jenggot dan penampilan daripada ngurus stamina dan teknik sepakbola mereka. Masih kurangkah gaji kalian??? Atau kalian lagi demo nih, menuntut pengunduran diri Sang Ketua PSSI??? Atau kalian lagi ingin bikin cerita menegangkan seperti layaknya film-film Hollywood, dimana sang jagoan diakhir cerita jadi pemenang…

(Semoga, Amien)

Apa kurang dukungan kami kepadamu hai kawan-kawan???

Apa kalian perlu motivasi lebih??? Wanita, Sabu, Putau, Ganja, Jack Daniels, Vodka atau apa, sebutkan…bukan itu kan…

Jangan diam, hai…para pembela bangsa….jawab….

Mana suaramu…

Jujur…

Jangan hanya ngeles, berkelit, memaklumi dan menyepelekan kekalahan dengan kilah keberuntungan tak berpihak. Kalah ya kalah.

Kami, atau saya deh, ingin melihat merah putih berkibar dan jaya. Kalian adalah putra-putra terbaik (entah kalo ada KKN). Kalian pasti mampu, Impossible is Nothing.

Sobat…mungkin perkataan Benjamin Franklin ini dapat menjadi cermin dan bekal menuju kemenangan.

“Fear God, and your enemies will fear you”

3 Tanggapan

  1. Sabar kisanak, mereka sudah mati-matian. Temanku ini emang fans berat timnas, jadi harap maklum kalo terkesan agak emosional, tapi pesan terakhirnya religius banget ya…
    Selamat berjuang TIMNAS KU

  2. Ah lebay bgt sih lo..btw Benjamin franklin kan yahudi..hahaha

  3. Kita disuruh belajar sampai negeri Cina bukan, mari kita ambil yang baik dari semua yang ada didunia utk kita pelajari dan kita amalkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: