HUKUMAN UNTUK TIMNAS

mrk-yg-kecewaWajah-wajah tanpa dosa dan sesal serta tanpa rasa malu menghiasi skuad timnas Indonesia kala mereka mendarat di Bandara Internasional Sukarno-Hatta, begitu yang aku lihat diberita tadi malam, hanya wajah lelah saja. Tak ada kata maaf terlontar dari sang pelatih Timnas Indonesia, Benny Dollo, dia hanya memberikan pernyataan mengenai sempitnya waktu persiapan menghadapi Pra Piala Asia dan akan memanggil 6 (enam) pemain lagi guna melengkapi skuad yang ada sekarang.

Harusnya sang pelatih Timnas malu, ketika koar, janji, dan ambisi untuk memberikan kejutan di Thailand hancur berantakan. Sebagai pelatih sekaligus motivator tim, dia malu, kalau perlu mundur. Falsafah “BOLA ITU BUNDAR” yang dikumandangkan ketika beberapa pertanyaan wartawan kala usai pertandingan Leg 1 Indonesia vs Thailand, hanya menjadi sampah kata-kata. Tak Nampak fighting spirit, pressure dan tigh marking dari pemain Indonesia. Setelah unggul 1-0 (padahal belum menang) pemain Indonesia seperti tidak mau berduel, mencari bola serta membuka ruang, mereka lebih memilih turun kedaerah sendiri dan memposisikan siap menerima serangan. Padahal gaya tersebut sudah berkali-kali gagal, la kok malah dicoba lagi. Kalian mirip kedelai rupanya….Atau ini instruksi sang pelatih??? Berarti Sabtu malam kemarin aku menonton TIMNAS KELEDAI vs TIMNAS THAILAND rupanya.

Pemain-pemain Indonesia juga harusnya malu, minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah membayar pajak dan digunakan untuk memfasilitasi latihan mereka, gaji mereka selama masa pelatnas, dan segala hal lainnya yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit pastinya. Andaikata biaya pelatnas digunakan untuk keperluan lain, seperti menambal jalan raya yang rusak, sepertinya akan lebih bermanfaat dan berdaya guna membangun perekonomian negara. Atau kalian sudah terbiasa dengan kekalahan sehingga seperti tidak terjadi apa-apa??? Setengah Gila…

Sepertinya kalian kekurangan Nutrisi, sehingga hanya bisa bertahan bermain sepakbola dalam 10 menit saja, sisanya kalian nongkrong, kongkow-kongkow didaerah sendiri sambil mengharapkan bantuan tukang cukur rambut untuk mencukur rambut agar terlihat trendy, merapikan brewok agar terlihat lebih sanggar serta berharap, pemain Thailand akan memberikan kemenangan lewat gol bunuh diri kedua. Jadi Gila...

Pertahanan amburadul, gamang memainkan strategi people marking dan zonal marking, determinasi tidak tampak, passing sering salah, dribbling sering maksa, padahal kalian bukan Maradona ataupun Lionel Messi. Belajarlah pada Vietnam, yang secara qua teknis dan fisik kalah dari Singapure, dan bahkan kalo gaji mereka dibandingkan dengan gaji pemain Indonesia, saya yakin gaji mereka pun dibawah pemain Indonesia, tetapi apa yang membuat mereka bisa bertarung….Hanya satu, yaitu semangat “Membela dan Mengharumkan Nama Negara“. Hal ini bisa terjadi, jika jiwa-jiwa insan pesepakbola nasional kita bersih, dari KKN, masak mau menang ketuanya saja….hehehehehe. Kita tidak akan jago menggoreng bola, kita hanya akan bisa menggoreng minyak. Makin Gila….

Sebagai bagian dari unjuk kepenatan dan pembelajaran kepada Timnas Indonesia serta demi penghematan nasional dalam menghadapi krisis dan menghindari kerusuhan massa, sebaiknya kita menonton bola hanya dari layar kaca saja, gratis, bisa sholat dengan leluasa, banyak manfaat dari pada mudhorotnya.

“BOIKOT TIMNAS SEKARANG JUGA”

5 Tanggapan

  1. Mas ud prnah nnton d snayan blm sih?sy slalu nntn dsana dan dsmping stadion ad msjid!!stiap sholat dsana sblm prtndingan atw wktu istrahat tu msjid pnuh sesak!klo ga tw jgn asal ngomong..GILA

  2. Bener, disana memang ada masjid mas, maksud saya, adalah, tidak semua orang akan ingat sholat, karena, jadwal yang mepet dengan jadwal sholat. Andaikata jadwal pertandingan digeser yaitu jam 8 pagi utk pertandingan pertama dan jam 8 malam utk pertandingan kedua, Insya Allah, semua orang (sebagian besar) akan leluasa dan nyaman, ngak ada perasaan was-was tertinggal pertandingan atau tempat yang tadi ditempati oleh orang lain. Ini hanya probability bukan justifikasi. Btw, thanks ya..

  3. …semangat “Membela dan Mengharumkan Nama Negara“… gua yakin timnas kita udah punya semangat itu.

    menurut gua, persyaratan untuk masuk timnas bukan hanya memiliki tenaga dan skill yg prima, tp juga wajib memiliki IQ yg sempurna.

    IQ itulah yg tidak dimiliki oleh timnas indonesia!!!

  4. @ibnu rahadian: sy stuju,bhkan marek sledzianowsky, mantan pelatih persib asal polandia pernah blg: “kemampuan brpikir dan mmahami taktik pemain indonesia sangat rendah!” tp tnang,timnas u16 yg d uruguay mlai dprsiapkan dgn sgt baik.

  5. GARUDA kebanggaanku, menang ato kalah sy tetap mendukung TIMNAS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: