Sebidang Tanah Berdarah

kekejama-israel1Entah sampai kapan konflik ini akan berakhir, agama di agungkan untuk dibela, agama dimuliakan sebagai tameng, persaudaraan diciptakan demi membantai persaudaraan yang lain. Darah dan air mata tak henti mengalir, derita tak kunjung usai. Kedamaian hanya tinggal harapan, di tanah pengharapan.

Semua mengklaim hak atas tanah pengharapan, entah mana yang benar dan salah, entah mana yang berhak dan terdhzolimi, entah mana yang teroris dan diteror, entah mana yang terjajah dan dijajah. Semua mengakui kepemilikan tanah tersebut. Semua mengakui sebagai korban.

Egoistis primordialistik yang berujung pada pemusnahan massal tak berujung usai. Atau memang kaum terpintar di dunia tersebut selalu mencari gara-gara demi sebuah pemilikan tanah pengharapan yang telah sirna pada jaman modern ini. Atau kaum Jahiliyah masih ada di era internet ini, sehingga mengaku memiliki tanah pengharapan yang tak ada di sejarah masa lampau negara tersebut. Nyatanya mereka telah melakukan upaya jalur keras dan cepat demi sebidang tanah. Nyawa musuh yang nyatanya saudara mereka, satu keturunan dari Adam, rela mekera gadaikan demi tanah pengharapan tersebut.

Damai, menjadi sebuah makanan HARAM bagi mereka. Rujuk dan damai, menjadikan mereka BANCI, kurang jantan dan kurang perkasa, IMPOTEN, apalagi MENGALAH. Dunia dalam naungan PBB, menjadi aman bagi sebagian negara, tetapi menjadi ancaman bagi sebagian lagi negara, mungkin kata adil belum tercipta. Selalu saja tercipta RESOLUSI tanpa SOLUSI, ada POLISI DUNIA, yang akhirnya menjadi POLUSI KEADILAN. Demokrasi diagungkan, hak VETO dipertahankan. Dunia diperebutkan demi eksistensi ekonomi, politik, dan kepercayaan.

Entahlah…aku bukan ahli Agama, Sejarah dan bukan pula Politikus. Yang aku tahu adalah hidup dan menghidupi keluarga dan bercita-cita bisa menghidupi bukan hanya keluarga, saudara, kerabat dan yang menjadi kawanku saja, aku juga ingin menghidupi musuhku. Bukan membinasakan atau memusnahkannya.

“Ya Allah, berilah kami dan saudara kami petunjuk dan kekuatan menghadapi segala cobaan dan penderitaan ini, dan berikanlah petunjuk kepada musuh-musuh kami, agar mereka mendapatkan hidayah-Mu. Amien.”

Tulisan sadulurku mengenai sejarah tragedi palestina dapat dibaca di Tragedi Palestina.

Dan tulisan yang berkaitan ada di Dinasulaeman, Bang Zoel, Politisi, PKS, dan di yang mau derma kunjungi KNRP.

5 Tanggapan

  1. tiga cangkir kopi yang berbeda rasa, apapun rasanya kopi ya.. tetap kopi… lo… kok jadi ngomong kopi🙂

    semoga ada gencatan senjata di 2 pihak. PLUR.

  2. seandainya Al-aqsho hancur dalm waktu dekat…
    akankah peperangan itu sampai ke Indonesia?
    salam hangat persaudaraaan…
    http://y4nuk3ren.wordpress.com

  3. “Ya Allah, berilah kami dan saudara kami petunjuk dan kekuatan menghadapi segala cobaan dan penderitaan ini, dan berikanlah petunjuk kepada musuh-musuh kami, agar mereka mendapatkan hidayah-Mu. Amien.”

    Amiiiiin….

  4. apapun keputusannya saya tetap dukung hamas hamas jangan takut disebut terosis harus bangga itunegara nenek moyang kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: