Mengakhiri Puasa Berolahraga

my-rideSejak pertengahan Agustus 2006, Sabtu 12 Augustus tepatnya, hari pertama masuk RSPP Jakarta dari total 11 hari nginep disana, hihihihi…Nyaman, tidak sama sekali, apalagi harus mengalami dua kali operasi besar (dgn pembiusan total), yaitu pada hari Senin, 14 Agustus, dan hari Jumat, 18 Agustus.  Dua operasi Sclerecal Buckle pada mata kanan, guna memperbaiki retina mataku yang terkena Ablatio Retina.

Singkat cerita, penyakit ini membuatku harus berhati-hati dalam melakukan kegiatan fisik, terutama olahraga. Dalam 6 bulang pertama, aku hanya diperbolehkan angkat beban, maksimal 2 Kg, ya benar, dua kilogram….ini bukan salah ketik kok. Hihihihi….Setelah itu memang tidak ada larangan dalam angkat mengangkat barang, dan Alhamdulillah kompetensi aku bukan diangkat berat atau besi atau hihihi…kuli…hihihi. Tetapi tetap saja ada trauma, atau perasaan takut. Olahraga, otomatis terganggu, salah satu olahraga kegemaranku adalah tenis lapangan, tapi karena takut bola mengenai mata (padahal kemungkinannya kecil ya…) o ya, style maenku, ketika pegan serve, adalah Serve & Volly, suatu gaya permainan tenis yang sangat mengandalkan kekuatan dan kecepatan. Dengan gaya defend, ketika menerima serve, selalu menggunakan Top Spin, yang juga membutuhkan energy besar. Singkatnya Full Power Game-lah…hihihi…nah hal-hal seperti ini juga beresiko terhadap retinaku yang sudah penuh tambalan ini. Hihihihi…Good Bye Tenis…

Setelah check up pertama, bulan Desember 2007, check up yang tertunda, harusnya Agustus tuh…hihihi…biasa, takut menghadapi vonis dokter yang enggak-enggak, jadinya ketunda 5 bulan, dan Alhamdulillah, semuanya dinyatakan oke dan baik-baik saja.

Setahun berlalu, tanpa ada kegiatan olahraga, niat ingin jogging atau sekedar jalan kaki selepas Shubuh hanya tinggal kenangan, tidak ada hal menarik yang membuat hati ini melakukan aktifitas olahraga tersebut. Terkesan membosankan dan sudah ada pressure mental ketika akan memulainya. Pokoknya ngak asiklah, menurut aku sih. Dan selama setahun hamper, nyaris 100% aku tidak berolahraga, kalo maen basket di tempat anakku ngegame seperti di Time Zone dsb bisa dianggap olahraga. Hihihi…

Check Up kembali, Februari 2009, harusnya Desember 2008 nih, molor lagi ya…hihihi…soalnya tidak enak dihati dan dimental ketika kita akan check retina ini. Mana pupil mata kita dibuka dengan cairan tetes mata yang membuat mata kita selama 6-8 jam tidak bisa melihat dengan normal, semua terasa silau dan nge-blur dimata. Dan Alhamdulillah lagi, dinyatakan sehat dan normal, pada tahap ini mata kananku kembali bisa dioptimalkan, dengan konsekuensi minus mata kanan yg tadinya -7 jadi -9, hihihi, yg kiri tetap -5,75. Bolor bo’…. Dan diakhir sesi pemerikasaan, sang dokter bilang, pak Budhi, mulai olahraga ya, jogging atau renang…duh dua olahraga yang membosankan, trus aku bilang, kalo sepedaan bagaimana? Boleh pak, sepedaan juga boleh, jawab dokternya. Sepertinya dokternya kagum melihat tubuhku yang membengkak luar biasa ini…hihihi.

Sebenarnya keinginan bersepeda sudah ada sejak bulan Desember 2008, tapi masih pikir-pikir sih, soalnya harganya ternyata mahal-mahal. Untuk memperkaya dan mengupdate informasi aku ikutan milis/forum b2w-indonesia, tanya kiri kanan, tanya teman kantor, tanya sama om Gugel juga tentunya, menimbang-nimbang dan akhirnya alokasi budget. Dengan ekspektasi pendapatan kagetan hasil beberapa proyek dadakan, hihihi, plus bonus akhir tahun dan penyusunan APBN Keluarga, apalagi istri mau melahirkan pada bulan Juni 2009, versi USG dan dokter, versi Allah ngak tahu ya… Muncullah suatu range nilai nominal yang dapat dipertanggungjawabkan didepan istri. Hihihihi….

Istri menyadari, kalo aku tuh butuh sepeda yang tidak terlalu berat, tahan lama dan optimal dari segi fungsi feature serta modelnya (Apaan nih??? Fashion bike???..hihihi..ngak kok). Akhirnya setelah cari-cari dan berkunjung ke beberapa outlet Rodalink, aku menemukan pilihan ideal yaitu Polygon Royale, DIABLO, pada tanggal 13 Februari 2009 di Rodalink Pesanggrahan, sekitar pukul 20.00 WIB. Dan sepeda tersebut diantar pada Sabtu sore, tepat dengan hari Valentine. Hiihi…

Istriku cuma berpesan, mas, kamu harus Istiqomah ya…jangan pas belinya aja yang “harod” (=semangat). Hihihi…Alhamdulillah pada tanggal 15 Februari aku berbuka puasa, jam 6 pagi sudah kukayuh DIABLO mengelilingi Srengseng Kbn Jeruk, tidak jauh, hanya +/- 5 kiloan aku bersepeda. Paru2 terasa terbakar, maklum baru pertama, 2,5 tahun tanpa aktifitas olahraga, otot-otot terasa tertarik semua. Hihihi…Dan kemarin Sabtu-Minggu (21-22 Februari) aku sudah bisa sampai ke Senayan PP, yang kurang lebih berjarak total 15 Km. Demikianlah kisahku berbuka puasa olahraga, semoga aku tetap Istiqomah dalam berolahraga sepeda ini. Amien.

2 Tanggapan

  1. sukses bersepedanya yah….ingat pesen istrinya.. istiqomah…

  2. […] Mengakhiri Puasa Berolahraga […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: