Mahal dan Murah

Mahal kali, emang ngak ada sepeda yang berharga 500 ribuan??? Kan yang penting fungsinya, dengan penghasilanku, belum saatnya aku beli barang premium seperti itu, begitu kata temanku di YM. Sebagai info, beliau bekerja disalah satu lembaga asing, yang gajinya yahud deh… Wah, kenapa ya dia, padahal aku beli sepeda ini adalah untuk kebutuhan olahraga, alat olahraga kan harus bagus secara bahan dasar, ergonomi rancang bangun serta realibilitasnya. Dan semua itu akan menentukan harga akhir. O ya, aku bukan dari golongan borjuis, kaum proletar lah aku ini. Hihihi….tetapi untuk olahraga cenderung untuk mengutamakan unsur keselamatan dan kenyamanan, sehingga membeli peralatan olahraga adalah sebuah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk memenuhi tuntutan gaya hidup, jauh sekali dari hal sedemikian. Hihihih…seperti ceramah aja ya…

Banyak kebingungan menghadapi pertanyaan-pertanyaan teman satu ini. Sampai-sampai sang teman karena saking care-nya, diskusi dengan istrinya, dan sang istri ngomong juga, kok temanmu itu ngak nyimpan uang tersebut untuk persiapan persalinan anak keduanya. O ya, sebagai informasi, istriku lagi hamil anak kedua, yang Insya Allah, menurut prediksi USG lahir pada awal Juni 2009 ini. Doain ya…semoga bayi dan ibunya sehat selalu dan selalu diberi keberuntungan dan keberkahan, amien. Hmmm…tersudut oleh pertanyaan dan penyikapan temanku tercinta dan istrinya tersebut. Kusimpan deh, semua saran membangun tersebut.

Tapi karena dah lama tidak berolah raga, dan dokter sudah mengultimatum agar aku mulai berolahraga, maka aku putuskan untuk tetap melangsungkan niatku. Membeli sepeda, yang masuk kateogry discontinue and absolute (dengan discount gede tentunya, kan kita masuk kategori modis alias modal discount) tapi dengan spec dan tingkat kenyamanan serta keamanan yang masuk category mumpuni, istilah kerennya best value for money.

Inti dari cerita diatas adalah, bagaimana kita menghargai diri dan menikmati kehidupan dengan apa yang kita punyai tanpa memandang itu dari nilai rupiah, tentu tanpa unsur memaksakan diri. Jangan sampai kita meminjam uang atau memanipulasi keadaan untuk memperoleh sesuatu.

Karena sesuatu yang sebetulnya mahal dan tak masuk akal ketika mengeluarkan segepok uang ternyata kadang tanpa disadari telah kita lakukan. Seperti sekolah ke luar negeri, menikah di gedung atau hotel mewah atau juga membeli mobil dan rumah mewah. Bagi sebagian orang hal ini adalah hal yang tidak masuk akal…Kalo cuma melihat esensi bersepeda dan berolah raga, yang 500 ribuan kan cukuplah…kenapa kok mesti mahal-mahal??? Bagi sebagian orang pasti ada seribu satu alasan tertentu untuk membuang segepok uang menurut takaran persepsi dan preferensi pribadi masing-masing. Entah mengatasnamakan investasi, moment sekali seumur hidup ataupun hanya sekedar prestise semata.

“Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya. – Jonathan Swift”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: