Emphaty, Sensi atau Tersindir???

Sabtu kemarin status fesbuk gw dibombardir dengan komentar-komentar yang sangat “kritis”. Ada yang membangun ada pula yang menyudutkan, menstigma dan memelintirkan isi dari status fesbuk gw tersebut. Ahh…dunia maya memang begitu….Kedewasaan dalam berargumentasi (gw juga masih belajar) kadang tidak ada, padahal mereka sudah dewasa dan mapan secara ekonomi. Ataukah ini sejumput perang kecil kepentingan Borjuis dan Proletar, ataukah ini menjadi gambaran bahwa bangsa ini susah untuk menemukan gambaran besar dari suatu ekses yang terjadi, ataukah bangsa ini susah untuk berbeda pendapat dan berargumentasi dengan itikad pengkayaan, menggali dan memahami bukan dengan itikad gw bener, lu salah….gw pinter, lu bodo….gw manusiawi, lu hewani….

Berikut petikan dari status fesbuk gw dan komentar2 yang aneh gw rasa….atau gw yang aneh??? hehehe….

Gw: “gw gak yakin itu Nurdin M Top?Kalo emang iya,apa hebatnya!!!Kalo bhasil nangkap Edy Tansil,baru gw acung JEMPOLLL…”

Koment si A: Tat, kalo kau dapat kesempatan ketemu sama salah satu korban bom, berani gak lu ngomong kaya status lu ini?

Koment si A: Dan apa lu bakal ngomong hal yg sama kalo salah satu keluarga lu adalah korban bom Nurdin M.Top?

Wah…wah….kok jadi menyasar kemana-mana ya??? Begitu dalam benak gw. Apakah status fesbuk yang gw buat itu berarti/bermakna bahwa gw ngak punya emphaty kepada korban bom/teroris??? Wah perlu klarifikasi nih pikir gw…langsung deh ketik….

Gw: ini bukan masalah personal.Ini hanyalah helicopter view Bung…Tolong drasakan,banyak yg busung lapar,banyak yg putu sekolah,banyak yg kena PHK,banyak yg MATI PELAN-PELAN…

Gw: smua itu bukan karena TEROR BOM,tetapi karena TEROR EKONOMI.Ini bukanlah masalah mana yg lebih bahaya mana yg tidak,tp kita sering terlalu BERAT SEBELAH.Karena siapa tahu,teroris itu ada krn ada ketimpangan,ketidak adilan dan kesewenang-wenangan???

Hmmm…kupikir dengan klarifikasi ini bisa menjernihkan masalah….tetapi……

Koment si A: Tat, kalo kau dapat kesempatan ketemu sama salah satu korban bom, berani gak lu ngomong kaya status lu ini?

Terkejut bukan kepalang, kenapa kok nyasar kesana ya??? Dan apakah klarifikasiku salah ya…ahh….gw coba jernihkan kembali….Bismillah….

Gw: wah,tolong jgn sudutkan gw,krn gw jg tdk berbahagia dgn aksi pemboman.Yg mjadi inti dr status gw adalah:”KALO TERORIS CEPAT DITANGKEP,KALO KORUPTOR “terkesan” CEPAT DILEPASKAN”.

Gw jg bisa bilang please lu ke pelosok negeri dmana ada yg busung lapar,ada satu kelas cuma punya buku text book 1 biji,ada banyak org sakit yg dying dirumah mereka masing2 krn tak punya biaya…PLEASE…GW NGAK PNAH TULIS BAHWA YG NGEBOM ADALAH PAHLAWAN…Gw mgkritik kinerja suatu lembaga yg tkesan pilih2…

Ah….dia ngak koment lagi….Alhamdulillah, akhirnya sobatku mau menerima maksud dari yang tertulis pada status fesbuk gw…..

TAPI…..dia nonggol lagi…..

Koment si A: Cape deh’….Ah banyak kali cerita kau..kalo gak berani bilang aja…gue soalnya yakin kalo ada korban bom yg baca status lu akan sangat tersinggung…

Dan koment seperti itu masih berlanjut….klarifikasi tidak ada gunanya….pokoknya gw adalah manusia yang tidak ber-prikemanusiaan dan tidak empathy dengan korban pengeboman….

Gw: apakah mungkin suatu status yg ditulis dlm bahasa satir yg intinya “Nurdin M Top sdh tewas,KAPAN PARA KORUPTOR”.Btw,ada temanku yg bilang.Kawanmu itu NEOLIB ya???

Koment si A: Ha..ha..ha…… Udah ah… Jangan cuma bs bicara & berani via facebook doang…..Datengin aja para korban bom…tell them exactly what you typed on your facebook status..

Gw: hahaha…kawan,jgn dkira gw seperti itu…tolong cermati apa yg gw tulis dstatus dan kalo memang kesimpulan kawan seperti itu.Ya silahkan…tp BUKAN ITU MAKSUD gw…

Gw: Sebagai rujukan,bisa lihat note gw bjudul “SETAN HARUS DIMUSNAHKAN” dan Film-nya Harrison Ford “CROSSING OVER”…disini posisi gw mirip dgn Lakisya pd film tersebut.

Koment si A: Udah didatengi & dikasi tau blm para korban bom? Kan katanya status facebook-nya baik & benar. Sblm comment lg, Ayo dong please datengin dan beritahu mereka status facebook kau. Biarkanlah para korban bom aja yang menilai status tersebut.

Ah, penjelasan panjang lebar akan maksud tujuan, bahwa keberhasilan menewaskan 1, 2 atau puluhan teroris bukanlah akhir dari aksi terorisme….Akar permasalahannya bukan disitu, status yang gw angkat adalah persoalan pokok, bukan ekses. Sehingga bentuk emphaty yg sy usung jauh lebih mengakar.Terorisme tjadi karena adanya saluran keadilan,kekayaan dan sebagainya yg tkunci oleh sebuah sistem…kalo semua pemimpin bangsa ini mau melakukan Amanah Allah … dgn baik.Insya Allah yg namanya terorisme akan hilang dgn sendirinya.Penangkapan Nurdin atau siapapun,tdk menyelesaikan masalah.Krn inti persoalannya bukan disitu.Contoh kasus GAM di Aceh…kita bisa telaah dr situ….

Utk mengakhiri koment dari si A tersebut maka gw tulis….sebuah koment yang sebenarnya ngak layak utk ditulis….karena kasar sekali…..

Gw: pernah ngak kau ngak punya uang u makan,minum,membayar kontrakan serta biaya dokter???

hening…..tak ada jawaban…..sampai detik ini…..

5 Tanggapan

  1. Pertamaxx.
    Ini yang namanya pencerahan berpikir. Saya setuju dengan pendapat Anda.
    Memang pandangan katak dan pandangan burung berbeda. Katak melihat bukit seperti raksasa, sedangkan burung menikmati gunung di bawah ketiaknya.

    Saluut..

  2. HAY. . .

    TLNG DI BLS CKRNG

  3. GUA BLH KENALAN GA AMA KMU KMU ANK MNA YA DAN NMA KMU SIAPA
    SALAM KENAL OK . . . . .
    TLNG DI BLS CKRNG AKU TGU BLS AN DRI KMU OK

  4. Hehehe… karena gue sempet tau dan ngerti riwayat kisah ini, satu kalimat aja: perbedaan sudut pandang, mas bud.

    Ketika dua “lingkaran kepedulian” bertemu…kalo kata bahasa si Odjo sih.

    “…two men, look through the prison cell’s bars, one saw the stars, the other only saw muds…”

  5. jangan coba memaksa menyatukan dua sisi sudut pandang yang jelas berbeda dan tidak mungkin bisa di samakan persepsinya mas… , itulah yang namanya perbedaan.
    yang terpenting teruslah berkarya…..
    sukses selalu…………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: