Inilah SBY [Sang Pemenang]

Tanggal dan Jam: 9 Juli 2009, 08:38

Tempat: Politikana, Facebook

Username: guawijaya

Saya menulis,

Akhirnya [sementara] SBY-Boediono unggul telak, ingat bukan SBY Berboedi, karena SBY Berboedi memiliki arti negatif, yang dalam bahasa Palembang berarti SBY Berbohong.

Jika merujuk pada apa yang dikatakan oleh Deny JA, melalui Kampanye PILPRES 1 PUTARAN-nya, dimana hal ini akan membuat bangsa Indonesia ini bisa berhemat sekitar 4 Trilyun, maka hal ini menjadi kenyataan….Benar-benar presisi bung….

Banyak kritik dan kecaman yang dialamatkan kepada Deny JA, baik oleh pakar politik, statistik maupun politikus. Tetapi jika menilik survey-survey yang dilakukan oleh lembaga survei sebelum pemilu, maka saya sempat menganggap bahwa ini adalah humor ditengah panasnya suhu politik, dimana banyak orang bermain plesetan jika ditanya siapa yang akan anda pilih nanti dalam pilpres, orang biasanya akan menjawab SBY dong, maksudnya “Sebelahnya Bambang Ya”….atau “Selain Bambang Yudhoyono”…atau “Sebelum Bambang Yudhoyono”…atau “Sudahlah Bambang Yudhoyono”. Tapi hayalan ku ternyata salah. Ternyata benar-benar SBY yang berarti SUSILO BAMBANG YUDHOYONO. Yang sampai sekarang saya tidak tahu nama panggilannya….atau memang beliau tidak bisa dipanggil? Ah entahlah….

Underdog effect, akibat iklan satu putaran yang dilansir Deny JA pun tidak terbukti. Jika merunut kultur Indonesia, sesuatu yang berbau sesumbar, sombong dan terlalu PD akan mendapatkan hasil sebaliknya. Harusnya suara SBY-Boedionno akan turun drastis…tetapi ternyata….TIDAK.

Skandal Nasionalisme dalam arti sempit dimana Andi Malaranggeng, salah satu sekondan SBY, yang menurut saya pribadi adalah telah menggadaikan nilai budaya bangsa demi kepentingan sempit yang sangat-sangat bersifat pribadi. Tidaklah menjadi suatu pertimbangan pemilih dalam kaitannya dengan Nasionalisme Kebangsaan, jangan-jangan di forum Internasional si “mayat hidup’ ini akan mengatakan kepada bangsa lain,”Ngak usah takut sama Bangsa Indonesia, kita masih bodoh-bodoh kok, hingga kiamatpun tiba, Indonesia tidak akan pernah menjadi Macan Asia apalagi Negara Adidaya.” Dengan mentalitas semacam itu, hal ini sangat mungkin terjadi….Tapi semua itu ngak ngaruh. SBY tetap [sementara] menang telak.

Kasus lumpur lapindo, tak membuat rakyat melek, dan tergugah nurani serta emphatynya. Kenapa ya…kita harus membasahi mata kita dengan air mata guna kita dapat melihat lebih jernih dan jelas lagi, kenapa tidak bisa kita melihat dengan jernih dan jelas dengan hati nurani? Ah…SBY Presidenku…..

Selamat, Indonesia telah memilih KAKEK-KAKEK dengan TIM GADAI BUDAYA-nya. Tahun 2014 semoga Indonesia menemukan PEMUDA-PEMUDI dengan TIM CAKAP BUDAYA-nya.

Dan MEMANG SBY AKHIRNYA MENANG. Pada 25 April 2009, KPU menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara nasional Pilpres 2009 yang telah diselenggarakan pada 22 – 23 Juli 2009. Sebagian besar rakyat Indonesia, 73.874.562 rakyat atau 60.8 % dari pemilih, memilih SBY menjadi Presiden RI periode 2009 – 2014.

Akhir-akhir ini, sekarang ini, hari ini, banyak orang yang mempertanyakan sikap plintat-plintut SBY, sikap ndak tegas SBY, sikap ragu-ragu SBY, sikap mengulur-ulur waktu SBY dan sikap-sikap negatif yang menyangkut kepemipinan dan pengambilan keputusan yang dilakukan SBY lainnya.

Di koran, radio, TV, majalah, twitter, facebook, cafe, mall bahkan hingga kepelosok gang, mereka membicarakan hal ini. Membicarakan PILIHAN mereka, membicarakan JAGOAN mereka, membicarakan PAHLAWAN mereka, seakan tidak ada investasi mereka terhadap kejadian sekarang.

Begitu mudahnya kita melupakan hasil keputusan yang kita ambil dan tetapkan, seakan semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan kita, seakan tidak ada hubungannya dengan keputusan kita terdahulu. Ataukah memang negara ini dipenuhi oleh orang-orang yang gampang terpesona, dipenuhi oleh makhluk-makhluk yang tak punya logika, dipenuhi nurani-nurani yang tak punya cinta dan perasaan???

Lalu, siapa yang layak jadi presiden??? Apakah Mega, jangan-jangan Prabowo, siapa tahu yang cocok Yusuf Kalla, mungkin Wiranto, atau malah mungkin Amien Rais, Gus Dur, atau memang ndak ada yang cocokkkkk????

Ataukah harus di-copy paste kembali tulisan diatas:

Selamat, Indonesia telah memilih KAKEK-KAKEK dengan TIM GADAI BUDAYA-nya. Tahun 2014 semoga Indonesia menemukan PEMUDA-PEMUDI dengan TIM CAKAP BUDAYA-nya.

3 Tanggapan

  1. gue udah tulus panjang lebar di twitter gue. tapi mungkin gue akan tulis lagi di blog elo (biar elo juga semangat nanggapin).

    1. siapapun dia, baik yang milih SBY, milih kandidat yang lain atau golput, punya HAK dan KEWAIBAN YANG SAMA untuk beresin masalah negeri ini dan juga untuk mencintainya.

    2. dasar memilih dalam suatu proses pemilu setiap oragn berbeda-beda, and somehow, itu bisa juga karena pilihan terbaik dari yang terburuk.

    3. menyalahkan orang karena pilihannya adalah hal yang naif dalam berpolitik dan tentunya kontradiktif disaat kita mau membangun bangsa ini.

    terakhir, gue MILIH SBY! dan gue punya hak sebagai VOTER untuk menuntut dia memenuhi keinginan gue.🙂

    segitu dulu diskusinya.

    • monggo kerso, mboten nopo2🙂

      Tulisan diatas gw tulis menjelang pemilu, dimana masyarakat seperti terkesima dan tersihir. Sebagai kewajiban warga negara utk membuat negeri ini lebih baik, dalam hal ini mewartakan fakta-fakta yang mungkin dinihilkan atau dinisbikan bagi para pemilih…

      Dan gw ditertawakan habis-habiskan, dituduh black campaign dsb-nya. Dan kenapa hal ini gw angkat lagi, agar supaya kita sama2 belajar dan berani bersikap terhadap tanda2 atau informasi sekecil apapun. Karena kita akan menentukan PRESIDEN.

      O ya, gw ndak menyalahkan, tetapi apa ya….tetapi hanya bertanya, hayooo jagoanmu koq gitu sih…. hihihihi….bener hanya itu.

      “Akhir-akhir ini, sekarang ini, hari ini, banyak orang yang mempertanyakan sikap plintat-plintut SBY, sikap ndak tegas SBY, sikap ragu-ragu SBY, sikap mengulur-ulur waktu SBY dan sikap-sikap negatif yang menyangkut kepemipinan dan pengambilan keputusan yang dilakukan SBY lainnya.”

      dan,

      “Begitu mudahnya kita melupakan hasil keputusan yang kita ambil dan tetapkan, seakan semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan kita, seakan tidak ada hubungannya dengan keputusan kita terdahulu. Ataukah memang negara ini dipenuhi oleh orang-orang yang gampang terpesona, dipenuhi oleh makhluk-makhluk yang tak punya logika, dipenuhi nurani-nurani yang tak punya cinta dan perasaan???”

      Mungkin itu yang gw tangkep, emang terkesan sinis, nyinyir dan menyalahkan, tapi gw sungguh, cuma bertanya….🙂

      Btw, ayo sama2 kita mulai ancang2 utk 2014, check recheck dan saling memberi informasi mengenai calon2 yang bakal jadi Presiden kita mendatang. Klo bisa, lihat disamping kiri kanan kita, teman kita atau siapapun, siapa tahu mereka2 lebih pantas….
      🙂

      Happy ID Bung Tito

  2. I not to mention my pals came taking note of the great things on your web site while at once I had a horrible feeling I had not expressed respect to the website owner for them. All the young boys had been so joyful to read through them and now have in actuality been making the most of these things. Thank you for truly being quite thoughtful and then for choosing variety of helpful themes millions of individuals are really eager to be informed on. Our sincere apologies for not expressing gratitude to you earlier.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: