Mengungkap [PERJUANGAN] Dunia Melawan Obesitas

SURVEI GLOBAL PERTAMA MENGENAI DIET YANG DIIKUTI 16.000 ORANG

Jakarta, 28 Januari 2010– Reader’s Digest Indonesia mengungkap hasil survei global mengenai diet pada edisi Februari 2010 (beredar sejak 26 Januri 2010). Reader’s Digest Internasional menyelenggarakan sebuah survei global ekslusif dengan mewawancarai 16.000 orang di 16 negara mengenai pandangan dan perilaku orang terkait dengan berat badan. Survei ini juga menampilkan bagaimana masyarakat dunia berusaha menurunkan kelebihan berat badan mereka.

Oktober tahun lalu, World Health Organization mengungkapkan laporan terbaru yang mengejutkan dunia. Ternyata ada lebih banyak orang yang meninggal akibat obesitas dibanding kelaparan. Setiap tahun terjadi 2,5 juta kematian akibat obesitas. Jumlah orang yang kelebihan berat badan di Bumi berjumlah 1,6 miliar. Lebih mengejutkan lagi, 18 juta anak di bawah usia lima di seluruh dunia rata-rata mengalami kelebihan berat badan.

Untuk lebih memahami apa yang terjadi, survei ini berusaha menjawab beragam pertanyaan, seperti negara mana yang paling gemar melakukan diet, yang merasa kegemukan bukanlah sebuah masalah besar, yang paling banyak menelan pil diet dan yang dianggap menjadi penyebab kegemukan global.

Peggy Northrop, Reader’s Digest VP/Editor-in-Chief menyatakan, “Hasil dari survei kami menunjukkan bahwa semua orang di seluruh dunia sedang berjuang melawan kelebihan berat badan mereka, walau hal ini tidak serta merta menyatakan bahwa obesitas adalah takdir bersama seluruh umat manusia. Beberapa negara ternyata memiliki kebiasaan dan budaya yang membuat masyarakatnya sehat dan langsing. Kita perlu melihat kembali kepada diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita untuk mencoba apa yang bisa membuat kita menang melawan masalah kelebihan berat badan ini.”

Hasil surveinya antara lain: Brazil adalah negara yang paling merasa diri mereka diberi tekanan yang besar untuk menjadi langsing. Apakah ini akibat banyaknya pantai dan karnaval di Brasil yang membuat mereka sering memakai busana lebih terbuka? Para istri di Amerika Serikat merasa suami mereka harus menurunkan berat badan. Lebih dari setengah (51%) dari para istri di Amerika berharap suami mereka bisa menjadi lebih kurus, sementara 47% suami di Amerika merasa bahwa istri mereka harus lebih langsing.

Negara yang menduduki peringkat paling tinggi untuk kategori suami yang menginginkan istri mereka menurunkan berat badan adalah India. 48% suami-suami yang menjadi responden di India mengaku bahwa mereka tidak puas dengan bentuk tubuh istri mereka, sementara 46% istri-istri di India juga merasa hal yang sama terhadap suami mereka.

Bila menyangkut pil diet, China menggungguli negara lain dengan angka 37% responden yang mengaku pernah mengkonsumsi pil diet. Brazil tak berada jauh di belakang dengan angka 30%, disusul Rusia (24%) dan Meksiko (23%). Sementara Amerika Serikat hanya mengumpulkan angka 5% pada kategori ini.

Rusia adalah negara di mana penduduknya berupaya menurunkan berat badan dengan merokok. 23% responden pria dan 18% responden wanita mengakui bahwa mereka merokok untuk menekan nafsu makan. Di Amerika Serikat, hanya 5% responden yang menyatakan hal yang sama.

Negara yang menyalahkan diri sendiri karena kegemukan yang mereka alami adalah Singapura. 95% responden di Filipina menyatakan bahwa mereka menyukai makanan yang enak dan 82% orang di sana mengakui bahwa mereka tak mampu menahan diri untuk tidak menyantap makanan itu.

Negara mana yang menyalahkan orang tua mereka karena kelebihan berat badan yang mereka alami? Jawabannya adalah Rusia. 70% responden di Rusia menudingkan faktor genetis sebagai penyebab mengapa angka celana jeans mereka selalu bertambah besar. Alasan ini juga dipakai oleh responden di Jerman (61%) dan India (50%). Untuk Amerika Serikat, hanya 20% yang menyalahkan orang tua mereka.

Responden di Prancis ternyata paling banyak menuduh Amerika Serikat– dengan pola makan dan makanan cepat saji mereka– sebagai penyebab kelebihan berat badan yang dialami penduduk Prancis. Sebaliknya Amerika Serikat dengan gagah mengakui dan bertanggung jawab atas kegemukan yang mereka alami di negaranya. Hampir tiga per empat dari responden di Amerika mengakui bahwa makanan cepat saji yang diekspor oleh negaranya memang meningkatkan obesitas.

Meksiko mengungguli semua negara yang ada dalam katagori pendekatan paling sehat dalam upaya penurunan berat badan. Hampir seluruh responden (93%) di Meksiko mencoba mengubah pola makan mereka menjadi lebih sehat dalam upaya menurunkan berat badan. 86% dari responden itu juga sedang berusaha untuk menjadi manusia yang lebih aktif secara fisik. Di Amerika Serikat 86% responden mengaku sedang berusaha makan lebih sehat dan 75% mencoba untuk berolahraga, hanya 61% yang mengaku menahan nafsu makan (Angka Meksiko jauh lebih kecil dibanding Amerika untuk kategori ini. Hanya 55%).

Warga Amerika Serikat juga peduli akan berkurangnya kepuasan seksual karena  kegemukan, dengan 46% responden di Amerika  merasa bahwa kelebihan berat badan menurunkan kepuasan di tempat tidur. Hasil lengkap bisa dilihat di http//www.readersdigest.com

Dalam laporan yang tampil di edisi terkini, Reader’s Digest Indonesia juga menampilkan strategi menurunkan berat badan dengan melihat beberapa kebiasaan dan budaya yang ada di seluruh dunia. Antara lain:

  • Warga Thailand percaya bahwa makanan pedas dengan cabai yang banyak meningkatkan metabolisme Anda dan membakar kalori berlebih.
  • Penduduk Switzerland menyarankan muesli—sereal kaya serat yang terbuat dari gandum, kacang dan buah yang telah lama diketahui meningkatkan kesehatan dan menjaga berat badan.
  • Orang Brazil menyantap nasi dan kacang-kacangan bersama setiap makanan mereka, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ini menurunkan risiko kelebihan berat badan sebesar 14% dibanding makanan barat.
  • Bangsa Belanda mengkonsumsi 85 juta ikan herring mentah tiap tahunnya. Ikan yang kaya akan asam lemak Omega 3 ini menurunkan hormon stres kortisol dan insulin.
  • Penduduk India, Finland dan Belanda, merasa olahraga seperti yoga, berjalan dan naik sepeda adalah upaya yang baik untuk menjaga berat badan.

Tentang Reader’s Digest Indonesia:
Reader’s Digest Indonesia terbit setiap bulan dan memiliki komitmen untuk menyajikan inspirasi, ide dan cara yang mempermudah dan memperkaya hidup pembaca. Reader’s Digest Indonesia diterbitkan Femina Group, salah satu penerbit besar di Indonesia, sejak 2003. Media ini merupakan bagian dari Reader’s Digest Association yang menerbitkan Reader’s Digest dalam 21 bahasa dan dibaca oleh 70 juta orang di seluruh dunia. Dapatkan informasi terkini dari Reader’s Digest Indonesia di www.facebook.com/rdindonesia dan www.twitter.com/rdindonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Budhi H. Guawijaya

Group Marketing Manager

Heatlhy Life Style Femina Group
Tel. 021 5253816 ext.3269
E-mail: budhi.haruman@feminagroup.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: